Kamis, 10 Oktober 2013

Dampak Negatif dan Positif pemakai GANJA

1 Maret 2013 pukul 21:14
Sedang Berupaya untuk Legalisasi Ganja
Ganja menurut hukum di negeri ini adalah barang yang illegal. Pengguna dan pengedar diperlakukan sebagai pelaku kriminal. Orang yang berhubungan dengan ganja adalah masuk dalam daftar pelaku kriminalitas. Pengedar ganja dan pemakai ganja selalu menjadi Target Operasi dalam  urusan dengan pihak Polisi, dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan Narkoba.Seharusnya urusan dengan ganja tidak seharusnya termasuk sebagai kriminal. Perlu pembenahan hukum khusus terhadap ganja.Saya berpendapat bahwa ganja menjadi barang illegal adalah karena masalah politis. Bukan termasuk dalam daftar kriminalitas.GAM, Gerakan Aceh Merdeka dapat memiliki senjata modern dan bagus, karena memiliki asset dari kekayaan alam tanahnya yaitu ganja yang berkualitas nomor satu di dunia. Ganja Aceh adalah ganja terbaik di dunia. Hal ini berdasar dari pengakuan teman-teman pemakai dan penggemar ganja dari beberapa negara, yang kebetulan saya kenal.Banyak orang terutama penggemar ganja khusus datang ke negeri ini hanya untuk dapat menikmati ganja dengan kualitas terbaik. Tujuan mereka adalah Jogjakarta. Jogja adalah surga bagi peredaran dan pemakaian ganja. Tapi sayangnya sekarang sudah tidak lagi seperti dulu, seperti jaman sebelum kampanye anti narkoba menjadi semakin buas. Ganja semakin sulit didapat. Dan jika ada-pun dengan kualitas yang jelek. Serta harganya menjadi semakin mahal.


Efek positif Ganja.
 Pemakaian ganja dengan cara dilinting dan dibakar sebagai rokok, akan menjadikan:
  1. Pemakai memiliki pendengaran yang lebih peka. Telinga menjadi jernih dan suara dapat terdengar lebih bening. Untuk sound engineer adalah sebagai suport supaya dapat mengatur efek suara ketika editing atau pentas di panggung dapat maksimal. Bagi penikmat musik, akan dapat mendengar musik lebih lebih sempurna.
  2. Ganja menimbulkan rasa gembira bagi pemakainya, orang akan merasa senang ketika memakai ganja. Segala masalah yang sedang dihadapi dapat segera terlupakan. Inilah yang menjadi penyebab utama mengapa ganja disalah gunakan. Orang akan segera mengkonsumsi ganja ketika sedang ada masalah. Seharusnya masalah diselesaikan baru ngeganja. Ganja menjadi pelarian dari masalah.
  3. Timbul halusinasi. Semua yang dilihat akan terasa lebih indah. Semua barang atau benda yang dilihat akan tampak seperti bercahaya. Orang akan mendapat pengalaman seperti sedang hidup di alam lain.
  4. Dan banyak manfaat positif yang lain tergantung dari keinginan pemakai.
  5. Orang akan lebih berhati-hati ketika sedang di jalan. Karena efek takut mati yang ditimbulkan oleh ganja.
  6. Menjadi bahan baku obat-obat yang digunakan sebagai obat penenang bagi penderita gangguan jiwa.
  7. Ganja menjadi alternatif terakhir atau senjata pamungkas ketika obat-obat penenang, termasuk obat tidur sudah tidak mampu membuat penderita schizophrenia tidak dapat tidur, selain dengan suntikan obat bius.
  8. Ganja adalah obat terbaik bagi penderita gangguan jiwa, ketika merasa akan kambuh.
  9. Dibandingkan dengan rokok, ganja jauh lebih baik untuk menimbulkan efek tenang akibat ketidak seimbangan serotonin dan dopamin dalam otak. Penderita schizophrenia akan merokok banyak seakan tidak ada putus-putusnya, hanya untuk mencari ketenangan ketika sedang cemas. Namun hanya dengan tiga hisap atau lima hisap daun ganja kering yang dilinting seperti rokok, rasa cemas akan segera hilang
  10. Ganja adalah obat penenang terbaik, dibandingkan berbagai macam obat-obatan kimia yang diproduksi oleh pabrik farmasi. Pertama karena ganja tidak menimbulkan efek kecanduan seperti halnya obat-obatan kimia yang dosisnya semakin meningkat dan menimbulkan efek kecanduan.
Efek negatif Ganja.
 Sampai saat ini saya belum pernah mendengar kabar, orang yang mati karena ganja, kecuali mereka yang memang berniat mati dengan mencampur aneka barang, menikmati ganja sambil minum alkohol dioplos dengan berbagai zat adiktif lain seperti pil atau obat-obatan penenang. Ganja adalah barang alamiah. Seperti halnya tembakau. Namun kelebihan ganja adalah tidak menyebabkan kecanduan. Orang dapat berhenti mengkonsumsi ganja seketika jika memang tidak ada barangnya. Berbeda dengan rokok, orang akan merasa sakauw ketika tidak mengisap tembakau. Sbetulnya dalam hal ini ganja lebih baik daripada tembakau meski sama-sama dibakar dan dihisap asapnya.

Upaya Legalisasi Ganja.
 Saya memohon kepada pihak atau badan yang terkait dengan ganja, seperti BPOM, Polisi dan Jaksa serta perangkat penegak hukum lainnya, dan juga kepada Presiden dan DPR untuk segera menyusun Undang-undang tentang Pemakaian ganja serta peredarannya.Saya pikir mengapa ganja menjadi barang illegal adalah alasan politis yang tidak masuk akal, karena hal ini berkaitan dengan Konvensi Geneva. Banyak negara menjadi iri karena tidak mempunyai atau tanahnya tidak mampu ditumbuhi tanaman ganja. Terutama adalah Amerika sebagai polisi dunia. Yang paling berpengaruh dalam Konvensi Geneva tersebut.

Ganja adalah asset kekayaan alam yang dimiliki negara, terutama Indonesia yang seharusnya dilindungi oleh Undang-undang. Seperti halnya dengan Afghanistan, Brasiliia dan Kolumbia yang bisa kaya dengan opium, seharusnya Indonesiapun bisa demikian. Ganja dapat tumbuh dengan subur dan hidup liar di Aceh. Ganja Aceh sudah diakui dunia sebagai ganja dengan kualitas terbaik. Ganja Thailand masih lebih rendah mutunya, sehingga harus difermentasi terlebih dahulu yang kemudian dalam peredarannya dikenal sebagai BuddhaStick.Saya pernah mendengar kabar bahwa pemerintah sedang menyusun Undang-undang untuk legalisasi ganja, tetapi bagi saya hal itu hanya isapan jempol dan obat pelipur lara, karena sampai saat ini pemakai dan pengedar ganja masih saja menjadi Target Operasi dalam upaya pemberantasan Narkoba. Sesungguhnya Narkoba yang berbahaya adalah jenis lain diluar ganja, seperti obat-obatan penenang, heroin, putaw, shabu, dan lain-lain yang secara nyata memang merusak. Seharusnya khusus ganja tidak diperlakukan dengan pukul rata sebagai narkotika yang berbahaya, berdasar pada pengalaman saya dan banyak orang sebagai pemakai ganja.

Terus terang ganja bagi saya adalah sebagai obat, karena saya adalah penderita schizoprenia dengan katagori kronis dan akut. Meski saya penderita, saya masih bisa bekerja secara produktif dalam bidang yang menjadi bidang saya yaitu bekerja sebagai seniman. Saya masih bisa bekerja sebagai HRD, Human Research and Development, serta menjadi QC, Qualiti Control. Dalam grup kami, saya sedang berusaha melatih dan mendidik para remaja putus sekolah dan para pencari kerja terutama para pengganggur untuk terlibat dalam pekerjaan yang kami terima. Saya mampu dan dapat dengan sabar melatih orang dengan minim kemampuan sehingga mampu bekerja sesuai dengan minatnya.Dalam prakteknya bisa saja peredaran ganja adalah melalui apotek dan dengan resep dokter atau psikhiater. Serta diawasi dengan ketat sebagaimana dengan obat-obatan yang termasuk dalam daftar G atau narkotika untuk menghindari penyalahgunaan. Meski sebenarnya jika disalahgunakan-pun ganja tidak akan merugikan seperti narkotika yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar